Paris Basketball Kalahkan Real Madrid 92-98. Paris Basketball mencatat kemenangan bersejarah dengan mengalahkan Real Madrid 98-92 di Accor Arena, Paris, pada matchday EuroLeague. Laga yang berlangsung di awal Februari 2026 ini menjadi salah satu upset terbesar musim ini, mengingat Real Madrid adalah juara bertahan dan tim dengan rekor terbaik di kompetisi. Paris, yang masih tergolong tim muda di level tertinggi Eropa, berhasil mengatasi tekanan besar dan memanfaatkan setiap kesalahan lawan untuk mengamankan kemenangan tipis namun sangat berarti. Kemenangan ini tidak hanya menambah poin penting di klasemen, tapi juga mengirim pesan kuat bahwa Paris bukan lagi tim pelengkap—mereka sudah menjadi ancaman nyata bagi siapa saja. INFO SAHAM
Kunci Kemenangan: Pertahanan Keras dan Eksekusi Akhir: Paris Basketball Kalahkan Real Madrid 92-98
Paris Basketball memenangkan pertandingan berkat pertahanan yang sangat disiplin di babak kedua dan kemampuan menutup laga di clutch time. Mereka berhasil membatasi Real Madrid pada persentase tembakan yang rendah di kuarter ketiga dan keempat, terutama dengan menekan ball-handler dan memaksa banyak keputusan buru-buru. Madrid yang biasanya sangat akurat dari luar berhasil dibatasi hanya pada 9 tripoin dari 28 percobaan.
Di sisi ofensif, Paris mengandalkan serangan yang seimbang. TJ Shorts memimpin dengan 22 poin, 8 assist, dan beberapa playmaking krusial di menit-menit akhir. Nadir Hifi menyumbang 18 poin dari bangku cadangan dengan tembakan luar yang akurat, sementara Tyson Ward dan Mikael Jantunen juga memberikan kontribusi besar di kedua sisi lapangan. Khususnya di kuarter keempat, Paris berhasil menjaga keunggulan meski Madrid sempat mendekat menjadi 4 poin berkat serangan balik Facundo Campazzo dan Mario Hezonja.
Pelatih tuan rumah Tuomas Iisalo patut mendapat pujian karena rotasinya berjalan mulus. Pemain cadangan Paris justru tampil lebih tajam di momen krusial dibandingkan bench Real Madrid yang terlihat kehilangan ritme.
Perjuangan Real Madrid dan Malam yang Kurang Ideal: Paris Basketball Kalahkan Real Madrid 92-98
Real Madrid tidak tampil di level terbaik mereka. Meski Facundo Campazzo mencetak 19 poin dan 7 assist serta Mario Hezonja menyumbang 17 poin, tim ini kesulitan menemukan konsistensi. Edy Tavares yang biasanya dominan di paint hanya mencetak 8 poin dengan efisiensi rendah karena tekanan ganda dari big man Paris. Sergio Llull dan Dzanan Musa juga tidak bisa menjadi penutup seperti biasanya.
Madrid kalah di pertarungan rebound (38-44) dan dipaksa melakukan 16 turnover yang dikonversi menjadi 22 poin bagi Paris. Pertahanan mereka yang biasanya sangat solid terlihat lambat beradaptasi dengan kecepatan dan physicality yang ditunjukkan tuan rumah, terutama di transisi dan second-chance opportunities. Kekalahan ini menjadi yang kedua berturut-turut bagi Madrid di EuroLeague dan menambah tekanan pada pelatih Chus Mateo untuk segera menemukan solusi sebelum memasuki fase krusial musim.
Kesimpulan
Kemenangan 98-92 atas Real Madrid bukan sekadar tiga poin tambahan bagi Paris Basketball—ini adalah pernyataan bahwa tim asal ibu kota Prancis tersebut sudah siap bersaing di level tertinggi Eropa. Dengan kombinasi pertahanan tangguh, eksekusi clutch yang matang, dan kontribusi seimbang dari seluruh roster, Paris menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim kejutan, melainkan kontender sungguhan di EuroLeague musim ini. Bagi Real Madrid, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa tidak ada pertandingan yang bisa dianggap mudah, bahkan bagi juara bertahan. Accor Arena malam itu bukan hanya menyaksikan kemenangan besar, tapi juga bukti bahwa di basket Eropa saat ini, siapa pun bisa mengalahkan siapa pun ketika semuanya berjalan sesuai rencana. Paris Basketball kini punya modal kepercayaan diri besar menuju sisa musim reguler dan potensi playoff yang semakin realistis.