Rumor Giannis Antetokounmpo ke Knicks Masih Panas. Di tengah hiruk-pikuk NBA trade deadline 2026 yang baru saja berlalu kemarin, rumor tentang Giannis Antetokounmpo berpindah ke New York Knicks tetap menjadi topik hangat yang tak kunjung padam. Meski dua kali MVP ini akhirnya bertahan di Milwaukee Bucks melewati batas akhir perdagangan pada 5 Februari, spekulasi soal kepindahannya ke Madison Square Garden terus bergaung kuat. Bucks, dengan rekor buruk musim ini—hanya 12 kemenangan dari 50 pertandingan—telah mendengarkan tawaran dari beberapa tim, termasuk Knicks, Warriors, Heat, dan Timberwolves. Giannis, yang absen karena cedera betis dan rata-rata mencetak 28 poin, 10 rebound, serta 5,6 assist per game, disebut-sebut siap untuk babak baru jika Bucks tak kunjung bangkit. Rumor ini bukan sekadar angin lalu; ia mencerminkan ketidakpastian di Milwaukee dan ambisi Knicks untuk membangun superteam di Eastern Conference. BERITA TERKINI
Detail Rumor Terkini: Rumor Giannis Antetokounmpo ke Knicks Masih Panas
Menjelang deadline, laporan menunjukkan Bucks aktif menjajaki trade untuk Giannis, dengan fokus pada paket yang mencakup pemain muda berpotensi tinggi dan pick draft berlimpah. Knicks muncul sebagai salah satu kandidat utama, didorong oleh fakta bahwa Giannis pernah menyatakan Knicks sebagai satu-satunya tim selain Bucks yang ia pertimbangkan. Diskusi antara kedua tim bahkan sempat terjadi musim panas lalu, tapi gagal karena tawaran Knicks dianggap kurang memadai. Saat ini, Knicks tak punya banyak aset draft—hanya satu first-round pick yang bisa ditawarkan sekarang—tapi situasi berubah di offseason, ketika mereka bisa melepas hingga tiga pick tambahan.
Tim lain seperti Timberwolves dan Heat tampak lebih agresif, dengan Minnesota menempatkan Giannis di puncak daftar keinginan mereka. Warriors juga ikut serta, meski pursuit mereka disebut “unofficially ended” baru-baru ini. Bucks, di sisi lain, memilih bertahan dengan Giannis untuk saat ini, percaya bahwa keberuntungan di lottery draft bisa meyakinkan dia untuk bertahan lebih lama. Namun, jika Bucks tak lolos playoff atau Giannis tak puas dengan rebuild, trade kemungkinan besar terjadi di musim panas. Knicks, yang sedang dalam enam kemenangan beruntun, diam-diam diuntungkan oleh kegagalan trade ini; mereka bisa mempertahankan core seperti Jalen Brunson, Mikal Bridges, dan Karl-Anthony Towns sambil menyiapkan tawaran lebih kuat nanti.
Latar Belakang dan Motivasi: Rumor Giannis Antetokounmpo ke Knicks Masih Panas
Rumor ini berakar dari performa Bucks yang menurun sejak juara 2021. Setelah kehilangan Khris Middleton dan Jrue Holiday dalam trade sebelumnya, tim ini terpuruk di dasar klasemen, dengan Giannis yang berusia 31 tahun mulai mempertanyakan masa depannya. Ia secara terbuka menyatakan keinginan untuk menang di Milwaukee, tapi juga mengakui bahwa “deep down” ia ingin pensiun sebagai Buck—dengan syarat tim kompetitif. Agennya, yang aktif dalam negosiasi, telah menjembatani pembicaraan dengan tim-tim potensial, termasuk Knicks yang dilihat sebagai destinasi ideal karena pasar besar New York dan sejarah panjang tanpa gelar sejak 1973.
Bagi Knicks, motivasi utamanya adalah membangun dinasti. Setelah mendatangkan Towns dan Bridges musim lalu, mereka melihat Giannis sebagai potongan puzzle sempurna untuk mendominasi East. Presiden operasi basket Leon Rose dikenal sabar, dan laporan menunjukkan Knicks tak mau memaksa trade sekarang jika harus mengorbankan terlalu banyak aset. Sebaliknya, Bucks menginginkan “blue-chip young talent” seperti Deuce McBride atau pick swap, yang Knicks bisa sediakan lebih banyak di Juni. Faktor lain adalah cedera Giannis; Bucks mungkin menutup musimnya lebih awal jika tak ada trade, untuk melindungi nilai asetnya jelang offseason.
Dampak dan Prospek
Jika rumor ini terealisasi, dampaknya massif. Knicks akan punya frontcourt mengerikan dengan Giannis dan Towns, didukung Brunson sebagai playmaker elite, berpotensi membuat mereka favorit juara. Namun, risiko ada: usia Giannis dan riwayat cedera bisa jadi beban, plus cap space Knicks yang ketat memerlukan manuver cerdas. Bagi Bucks, kehilangan Giannis berarti rebuild total, tapi dengan pick dari trade, mereka bisa bangun ulang seperti saat draft dia di 2013.
Prospek masa depan cerah untuk rumor ini tetap panas. Dengan deadline lewat, fokus bergeser ke offseason, di mana Knicks dan Heat bisa tawarkan lebih banyak pick. Analis memperkirakan jika Bucks kalah lotre draft, Giannis kemungkinan besar minta trade, dan Knicks siap menunggu. Sementara itu, Giannis posting meme “I’m not leaving” dari film The Wolf of Wall Street pasca-deadline, menandakan komitmen sementara—tapi rumor tak akan hilang begitu saja. Liga menanti apakah Greek Freak akhirnya hijrah ke kota yang selalu haus bintang.
Kesimpulan
Rumor Giannis Antetokounmpo ke Knicks tetap membara meski trade deadline 2026 berlalu tanpa kesepakatan, menegaskan bahwa cerita ini baru dimulai. Bucks memilih bertahan untuk sekarang, tapi ketidakpastian masa depan mereka membuat spekulasi terus bergulir menuju offseason. Bagi Knicks, ini peluang emas untuk merebut superstar yang bisa mengubah franchise, sementara Giannis harus memutuskan antara loyalitas dan ambisi juara. NBA sekali lagi membuktikan bahwa rumor besar seperti ini bisa mengubah lanskap liga dalam sekejap, dan penggemar di New York pasti tak sabar menanti babak selanjutnya.