Chris Boucher Si Pemain Hebat Tanpa Klub. Dunia NBA dikejutkan dengan status Chris Boucher, pemain berbakat asal Saint Lucia yang kini menjadi agen bebas tanpa klub menjelang musim 2025-2026. Setelah tujuh musim bersama Toronto Raptors, Boucher belum menemukan tim baru meski memiliki rekam jejak impresif sebagai juara NBA 2019 dan pemain serba bisa di lapangan. Situasi ini memicu spekulasi: apa yang membuat pemain sehebat Boucher belum mendapat kontrak, dan bagaimana masa depannya? BERITA LAINNYA
Profil Pemain Chris Boucher
Chris Boucher, lahir 11 Januari 1993 di Castries, Saint Lucia, adalah power forward setinggi 2,06 meter yang juga bisa bermain sebagai center. Ia pindah ke Montreal, Kanada, saat berusia lima tahun dan memulai karier basketnya secara tak sengaja di turnamen lokal pada 2012, mencetak 44 poin di final. Setelah bermain di Oregon Ducks, di mana ia mencatat 189 blok (kedua terbanyak dalam sejarah universitas), Boucher tidak terpilih di NBA Draft 2017 karena cedera ACL. Namun, ia bangkit melalui kontrak dua arah dengan Golden State Warriors, meraih gelar NBA 2018, sebelum menjadi andalan Raptors. Di Toronto, ia mencatat rata-rata 9,4 poin, 5,5 rebound, dan 1,1 blok per game, dengan puncaknya sebagai MVP dan Defensive Player of the Year G League 2019.
Kenapa Dia Tidak Mempunyai Tim?
Meski memiliki statistik solid, Boucher belum mendapat kontrak baru setelah kontrak tiga tahun senilai US$35,25 juta dengan Raptors berakhir pada Juni 2025. Salah satu alasan utama adalah keputusan Raptors untuk fokus pada pemain muda seperti Jonathan Mogbo dan Jamison Battle, membuat Boucher tidak bermain di 23 laga terakhir musim lalu. Usianya yang kini 32 tahun dan riwayat cedera, termasuk ACL pada 2017 dan lutut kiri pada 2024, mungkin membuat tim ragu. Meski demikian, Boucher menarik perhatian tim seperti Denver Nuggets dan Los Angeles Clippers sebelum tenggat trade 2025, tetapi Raptors memilih mempertahankannya tanpa jaminan peran jelas. Pasar agen bebas yang kompetitif dan prioritas tim pada pemain dengan kontrak lebih murah juga menjadi faktor.
Apakah Dia Akan Pensiun Lebih Awal Karena Tidak Ada Tim?
Kemungkinan Boucher pensiun dini sangat kecil. Dengan pengalaman delapan tahun di NBA dan kemampuan unik sebagai penutup tembakan dan penembak tiga poin (38,3% musim lalu), ia masih menjadi aset berharga. Boucher dikenal sebagai pekerja keras yang mampu bangkit dari keterpurukan, seperti saat ia berpindah dari G League ke roster utama Raptors. Ia juga aktif di komunitas, menjadi finalis Kareem Abdul-Jabbar Social Justice Champion Award 2024-2025. Dengan pasar agen bebas yang masih terbuka dan potensi kontrak jangka pendek, Boucher kemungkinan akan menemukan tim baru, mungkin sebagai pemain cadangan energi seperti Obi Toppin. Fokusnya pada pemulihan fisik juga menunjukkan tekadnya untuk terus bermain.
Kesimpulan: Chris Boucher Si Pemain Hebat Tanpa Klub
Chris Boucher, dengan perjalanan karier yang inspiratif dari undrafted hingga juara NBA, kini menghadapi tantangan sebagai agen bebas tanpa klub. Faktor usia, cedera, dan strategi tim menjadi penyebab utama, tetapi bakat dan pengalamannya membuat pensiun dini bukan opsi. Dengan kemampuan serba bisa dan semangat juangnya, Boucher masih punya peluang untuk melanjutkan karier di NBA, mungkin dengan tim yang membutuhkan energi dari bangku cadangan. Fans menanti langkah berikutnya dari “Slimm Duck” untuk kembali bersinar di liga.