Anthony Davis Tidak Ingin Jalani Operasi. Anthony Davis menyatakan secara tegas bahwa ia tidak ingin menjalani operasi untuk mengatasi masalah adductor yang sudah berulang musim ini. Pernyataan ini disampaikan setelah latihan tim pada 15 Januari 2026, menyusul absennya selama enam pertandingan terakhir karena cedera yang sama. Pemain berusia 32 tahun itu menegaskan bahwa ia lebih memilih pendekatan konservatif dengan rehabilitasi intensif dan terapi daripada pisau bedah. Keputusan ini langsung menjadi perbincangan hangat karena Davis sedang berada di musim yang krusial, baik untuk tim maupun untuk kontrak masa depannya. Meski tim medis memberikan opsi operasi sebagai solusi jangka panjang, Davis tetap yakin bisa kembali ke lapangan tanpa prosedur invasif. INFO GAME
Alasan Davis Menolak Operasi: Anthony Davis Tidak Ingin Jalani Operasi
Davis menjelaskan bahwa ia sudah berkonsultasi dengan beberapa spesialis dan memahami risiko serta manfaat kedua pilihan. Operasi memang bisa memberikan pemulihan lebih permanen dan mengurangi kemungkinan cedera kambuh, tapi waktu pemulihan diperkirakan mencapai empat hingga enam bulan, yang berarti ia hampir pasti melewatkan sisa musim reguler dan playoff. Davis tidak ingin mengambil risiko itu, terutama ketika tim sedang berada di posisi kompetitif di papan atas Wilayah Barat. Ia menekankan bahwa rasa sakit saat ini sudah jauh berkurang setelah istirahat dan terapi, serta kekuatan ototnya mulai kembali normal. Davis juga menyebut pengalaman sebelumnya ketika ia memilih operasi pada cedera lain beberapa tahun lalu, yang membuatnya absen cukup lama dan memengaruhi ritme permainan. Kali ini, ia ingin membuktikan bahwa pendekatan non-bedah bisa berhasil dengan disiplin tinggi dalam rehab dan manajemen beban latihan.
Dampak bagi Tim dan Strategi Musim Ini: Anthony Davis Tidak Ingin Jalani Operasi
Keputusan Davis memengaruhi strategi tim secara signifikan. Tanpa kehadiran Davis, tim harus mengandalkan rotasi besar di posisi big man, dengan pemain cadangan yang bermain lebih banyak menit. Hal ini terlihat di enam laga terakhir, di mana tim masih mampu meraih empat kemenangan meski performa tidak sekuat ketika Davis berada di lapangan. Pelatih kepala menyatakan mendukung pilihan Davis sepenuhnya, dengan catatan bahwa kondisi pemain akan terus dipantau ketat setiap minggu. Jika gejala kambuh atau rasa sakit meningkat, opsi operasi tetap terbuka. Davis sendiri berharap bisa kembali bermain dalam dua hingga tiga minggu ke depan, dengan target minimal bermain di laga-laga penting menjelang akhir musim reguler. Tim juga mulai menyesuaikan skema pertahanan dan serangan agar lebih mengandalkan guard dan wing untuk menciptakan poin, sambil menjaga paint tetap aman meski tanpa dominasi Davis di rebound dan blok.
Risiko dan Harapan ke Depan
Menolak operasi tentu membawa risiko. Adductor yang berulang bisa menjadi masalah kronis jika tidak ditangani secara tuntas, dan banyak analis memperingatkan bahwa Davis berpotensi mengalami cedera serupa lagi di masa depan jika hanya mengandalkan rehab. Namun Davis menunjukkan keyakinan tinggi, menyebut bahwa ia sudah melalui proses serupa di masa lalu dan berhasil kembali dengan performa puncak. Ia juga menegaskan bahwa komunikasi dengan staf medis tetap terbuka, dan ia siap mengubah keputusan jika data medis terbaru menunjukkan risiko yang terlalu besar. Bagi Davis, musim ini bukan hanya soal statistik pribadi, melainkan membantu tim mencapai tahap playoff yang lebih dalam. Dengan kontrak yang masih berjalan beberapa tahun lagi, ia ingin menunjukkan bahwa ia masih bisa menjadi pemain kunci tanpa harus melewatkan waktu terlalu lama.
Kesimpulan
Keputusan Anthony Davis untuk tidak menjalani operasi mencerminkan keyakinannya pada pendekatan konservatif dan kemauan keras untuk tetap berkontribusi di lapangan musim ini. Meski ada risiko cedera kambuh, Davis memilih jalan yang memungkinkannya kembali lebih cepat sambil menjaga kesehatan jangka panjang melalui rehab ketat. Tim mendukung penuh, tapi semua pihak paham bahwa pemantauan kondisi akan menjadi kunci. Bagi Davis, ini adalah taruhan besar: berhasil kembali kuat berarti membuktikan bahwa ia masih salah satu big man terbaik liga, sementara jika cedera memburuk, kritik pasti akan datang. Untuk saat ini, fokusnya sederhana—rehab maksimal, kembali secepat mungkin, dan membantu tim tetap bersaing di papan atas. Keputusan ini sekali lagi menunjukkan karakter Davis yang tegas dalam mengambil kendali atas kariernya sendiri.