David Singleton Tidak Puaskan Diri Usai PJ Kalahkan Pacific. Pertandingan melawan Pacific Caesar menjadi salah satu laga penting bagi Pelita Jaya di musim ini. Tim tamu langsung mengendalikan permainan sejak awal kuarter pertama. Dengan pertahanan ketat dan serangan yang terorganisir, Pelita Jaya berhasil membuka keunggulan besar. Skor akhir 96-53 mencerminkan ketimpangan performa kedua tim. Namun, di balik kemenangan besar itu, David Singleton tampil kritis terhadap anak asuhnya. Ia menyatakan bahwa tim belum tampil sempurna, meski lawan sudah dikalahkan dengan margin lebar. Pendekatan ini menunjukkan mentalitas juara yang ingin terus berkembang, bukan sekadar menikmati hasil sementara. MAKNA LAGU
Performa Dominan di Lapangan: David Singleton Tidak Puaskan Diri Usai PJ Kalahkan Pacific
Pelita Jaya menampilkan permainan kolektif yang solid sepanjang laga. Pemain-pemain kunci berhasil mendominasi di kedua sisi lapangan. Serangan berjalan lancar dengan banyak assist dan tembakan akurat dari berbagai posisi. Pertahanan juga menjadi senjata utama, di mana tim berhasil membatasi lawan hanya mencetak 53 poin saja. Hal ini menandakan efektivitas strategi yang diterapkan David Singleton. Pacific Caesar, yang bermain di kandang sendiri, kesulitan menemukan ritme. Mereka sering kehilangan bola dan gagal memanfaatkan peluang di bawah ring. Dominasi Pelita Jaya terlihat jelas dari rebound dan poin di cat yang jauh lebih unggul. Meski begitu, pertandingan ini juga menunjukkan bahwa tim masih bisa meningkatkan intensitas di beberapa momen.
Evaluasi Kritis dari David Singleton: David Singleton Tidak Puaskan Diri Usai PJ Kalahkan Pacific
Setelah laga usai, David Singleton langsung memberikan evaluasi tajam. Ia mengakui kemenangan besar itu bagus, tapi menekankan bahwa tim belum maksimal. Salah satu poin yang ia soroti adalah offensive rebound. Tim hanya berhasil mengamankan 12 offensive rebound, padahal seharusnya bisa lebih banyak untuk menciptakan peluang tambahan. Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi. Selain itu, ia juga menyinggung transisi permainan yang kadang masih kurang cepat. Beberapa kali tim kehilangan momentum karena lambat dalam membangun serangan balik. Pendekatan Singleton ini konsisten dengan filosofinya: tidak pernah puas meski menang besar. Ia ingin pemain tetap lapar dan terus belajar dari setiap pertandingan. Sikap ini membantu membangun budaya tim yang fokus pada proses, bukan hanya hasil akhir.
Tantangan ke Depan dan Target Musim Ini
Kemenangan atas Pacific Caesar menjadi modal berharga menuju laga-laga berikutnya. Pelita Jaya sedang berada di jalur yang baik untuk mempertahankan posisi teratas di klasemen. Namun, kompetisi di liga semakin ketat dengan banyak tim yang memperkuat skuad. David Singleton menyadari bahwa lawan-lawan mendatang akan lebih siap menghadapi timnya. Ia berencana meningkatkan latihan fokus pada detail kecil yang terlewat di pertandingan sebelumnya. Pemain juga diminta untuk tetap rendah hati dan tidak terlena dengan kemenangan telak. Target musim ini jelas: tidak hanya juara reguler, tapi juga tampil konsisten di babak playoff. Singleton ingin timnya menjadi contoh tim yang selalu berkembang, bahkan setelah meraih hasil positif. Pendekatan ini diharapkan bisa membawa Pelita Jaya ke level yang lebih tinggi lagi.
Kesimpulan
David Singleton membuktikan dirinya sebagai pelatih yang visioner dan tidak mudah terpuaskan. Kemenangan besar atas Pacific Caesar hanyalah langkah awal baginya. Dengan evaluasi kritis dan fokus pada perbaikan, Pelita Jaya diprediksi akan terus tampil impresif di sisa musim. Sikap Singleton yang menolak puas diri menjadi inspirasi bagi pemain dan pendukung. Di tengah persaingan ketat, mentalitas seperti ini bisa menjadi pembeda antara tim biasa dan tim juara. Pelita Jaya kini punya fondasi kuat untuk mengejar gelar, selama terus menjaga semangat perbaikan diri.