JJ Redick Memuji Austin Reaves. JJ Redick, pelatih kepala Los Angeles Lakers, kembali memberikan pujian tinggi kepada Austin Reaves setelah kemenangan penting atas tim rival pada 10 Januari 2026. Dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan, Redick menyebut Reaves sebagai “salah satu pemain paling cerdas dan paling bisa diandalkan” yang pernah dia latih. Pujian ini datang setelah Reaves mencetak 24 poin, 8 assist, dan 6 rebound dengan akurasi tembakan 10 dari 15 dalam laga yang berakhir dengan selisih tipis. Redick menegaskan bahwa kontribusi Reaves tidak hanya terlihat dari statistik, melainkan dari kemampuannya membaca permainan dan membuat keputusan tepat di bawah tekanan. Pernyataan ini semakin memperkuat narasi bahwa Reaves telah berkembang menjadi salah satu pilar utama Lakers di era baru. MAKNA LAGU
Detail Pujian Redick terhadap Kecerdasan Reaves: JJ Redick Memuji Austin Reaves
Redick tidak segan menyebut Reaves sebagai pemain yang “bermain seperti veteran berusia 10 tahun” meski usianya baru 26 tahun. Dia menyoroti tiga aspek utama: kemampuan passing yang akurat di traffic, pengambilan keputusan cepat saat double-team, dan kesadaran spasial yang luar biasa. Menurut Redick, Reaves sering kali menjadi penyelamat di momen krusial dengan umpan-umpan halus yang membuka ruang bagi rekan setim atau dengan tembakan tiga angka yang datang pada waktu tepat. Dalam laga terbaru, Reaves mencatatkan tiga assist krusial di kuarter keempat yang membantu Lakers membalikkan keadaan dari tertinggal 8 poin menjadi unggul 5 poin. Redick juga memuji sikap kerja keras Reaves di latihan dan kemauannya menerima peran apa pun demi kemenangan tim. Pujian ini bukan yang pertama—sejak awal musim, Redick kerap menyebut Reaves sebagai “otak kedua” di lapangan, sesuatu yang jarang diberikan kepada pemain yang bukan point guard murni.
Perkembangan Karier Reaves di Bawah Arahan Redick: JJ Redick Memuji Austin Reaves
Sejak Redick mengambil alih sebagai pelatih kepala, Austin Reaves mengalami lonjakan performa yang signifikan. Rata-rata poinnya naik menjadi 18,7 per laga, assist mencapai 6,2, dan persentase tembakan tiga angka menyentuh 41 persen musim ini. Redick memberikan kebebasan lebih besar kepada Reaves untuk menginisiasi serangan, terutama di pick-and-roll dan transisi. Hasilnya terlihat jelas: Reaves kini sering menjadi opsi pertama saat tim membutuhkan poin di clutch time. Redick menjelaskan bahwa dia sengaja membangun kepercayaan diri Reaves dengan memberi tanggung jawab lebih besar, dan hasilnya jauh melebihi ekspektasi. Banyak pengamat melihat chemistry antara pelatih dan pemain ini sangat kuat karena Redick sendiri dulu dikenal sebagai shooter cerdas yang mengandalkan IQ basket tinggi—kualitas yang sama dimiliki Reaves. Perkembangan ini membuat Reaves tidak lagi dianggap sekadar role player, melainkan salah satu guard paling komplet di liga.
Dampak Pujian terhadap Tim dan Narasi Lakers
Pujian berulang dari Redick terhadap Reaves memberikan efek positif bagi seluruh skuad Lakers. Pemain muda lain melihat bahwa kerja keras dan kecerdasan di lapangan akan dihargai, terlepas dari status draft atau kontrak besar. Di sisi lain, pernyataan ini juga memperkuat narasi bahwa Lakers sedang membangun identitas baru di bawah arahan Redick: tim yang mengutamakan execution, spacing, dan pengambilan keputusan pintar. Reaves menjadi simbol dari filosofi tersebut. Dengan posisi Lakers yang masih berada di zona playoff Wilayah Barat meski jadwal berat, kehadiran Reaves yang konsisten menjadi salah satu alasan utama mengapa tim tetap kompetitif. Pujian Redick juga menambah kepercayaan diri Reaves menjelang paruh kedua musim, di mana Lakers akan menghadapi banyak lawan kuat dan harus tampil lebih tajam lagi.
Kesimpulan
JJ Redick sekali lagi menegaskan bahwa Austin Reaves adalah aset berharga Lakers dengan memuji kecerdasan basket, kemampuan passing, dan pengambilan keputusan yang matang. Pujian ini bukan sekadar basa-basi, melainkan cerminan dari perkembangan nyata yang dialami Reaves sejak Redick menjadi pelatih. Di tengah musim yang penuh tantangan, keberadaan pemain seperti Reaves memberikan stabilitas dan harapan bagi Lakers. Dengan performa yang terus meningkat dan dukungan penuh dari pelatih, Reaves berpotensi menjadi salah satu guard top di liga dalam beberapa tahun mendatang. Bagi Lakers, ini adalah kabar baik: mereka punya pemain muda yang tidak hanya bisa mencetak poin, tapi juga mengatur permainan dan memenangkan laga-laga penting.