Jonathan Kuminga Bisa Bernasib Sama Seperti Ben Simmons. Jonathan Kuminga, forward muda Golden State Warriors, menjadi sorotan jelang musim NBA 2025/26 setelah spekulasi bahwa ia bisa mengalami nasib serupa dengan Ben Simmons, mantan bintang Philadelphia 76ers yang kini bermain untuk Brooklyn Nets. Kabar ini mencuat setelah negosiasi kontrak Kuminga dengan Warriors terhenti, memicu ketidakpastian tentang masa depannya. Dengan bakat besar namun tantangan dalam konsistensi, Kuminga berada di persimpangan karier yang krusial. Apakah nasibnya benar-benar akan mirip dengan Simmons, yang pernah digadang-gadang sebagai superstar tetapi terhambat oleh berbagai masalah? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA
Siapa Itu Jonathan Kuminga
Jonathan Kuminga adalah small forward/power forward berusia 22 tahun asal Republik Demokratik Kongo, lahir pada 6 Oktober 2002 di Goma. Ia pindah ke Amerika Serikat saat remaja dan menjadi salah satu prospek terbaik di kelasnya sebelum di-draft oleh Warriors pada pick ke-7 di NBA Draft 2021. Dengan tinggi 2,01 meter dan atletisme luar biasa, Kuminga dikenal dengan kemampuan dunking, kecepatan, dan potensi sebagai two-way player. Musim lalu, ia mencatatkan rata-rata 16,1 poin, 4,8 rebound, dan 2,2 assist per game, menunjukkan peningkatan signifikan dari musim sebelumnya. Meski membantu Warriors mencapai playoff 2024, Kuminga belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sebagai bintang masa depan, terutama karena inkonsistensi tembakan dan pengambilan keputusan di lapangan.
Nasib Apa Yang Dialami Oleh Ben Simmons
Ben Simmons, forward Australia berusia 29 tahun, pernah dianggap sebagai talenta generasional saat di-draft sebagai pick pertama oleh Philadelphia 76ers pada 2016. Dengan tinggi 2,11 meter, Simmons dikenal dengan visi permainan luar biasa, kemampuan passing seperti point guard, dan pertahanan kelas atas, yang membuatnya menjadi All-Star tiga kali (2019-2021). Namun, kariernya terhambat oleh sejumlah masalah. Simmons kesulitan mengembangkan tembakan jarak jauh, dengan akurasi tiga angka di bawah 15% dan sering menghindari tembakan di luar paint. Pada 2021, performanya di playoff melawan Atlanta Hawks dikritik karena kurang agresif, memicu konflik dengan 76ers. Ia kemudian absen selama satu musim penuh karena masalah mental dan cedera punggung, sebelum pindah ke Nets pada 2022. Di Nets, Simmons hanya bermain 57 pertandingan dalam tiga musim hingga 2025, dengan rata-rata 6,9 poin per game, jauh dari ekspektasi awal sebagai superstar.
Apa Arti Dari Jonathan Kuminga Yang Bisa Bernasib Sama Dengan Ben Simmons
Peringatan bahwa Kuminga bisa bernasib seperti Simmons merujuk pada risiko stagnasi karier meski memiliki bakat besar. Seperti Simmons, Kuminga memiliki atletisme dan potensi two-way yang luar biasa, tetapi ia juga menghadapi tantangan serupa, terutama dalam pengembangan tembakan jarak jauh. Musim lalu, akurasi tiga angka Kuminga hanya 32,1%, dan ia sering ragu-ragu dalam situasi clutch, mirip dengan kelemahan Simmons. Negosiasi kontrak yang macet dengan Warriors, yang menolak menawarkan kontrak maksimal, juga menimbulkan ketegangan, mengingatkan pada konflik Simmons dengan 76ers. Jika Kuminga tidak meningkatkan konsistensi dan kemampuan menembaknya, ia berisiko terjebak sebagai pemain dengan potensi tak terpenuhi, seperti Simmons.
Selain itu, tekanan bermain untuk Warriors, tim dengan ekspektasi tinggi di bawah Stephen Curry dan pelatih Steve Kerr, bisa memperburuk situasi jika Kuminga gagal memenuhi peran sebagai starter utama. Rumor bahwa Warriors mempertimbangkan menukarnya untuk veteran seperti Ben Simmons sendiri menambah spekulasi bahwa Kuminga bisa terjebak dalam lingkaran ketidakpastian, baik di tim maupun di liga. Namun, Kuminga masih punya waktu untuk membuktikan diri, terutama dengan usia yang jauh lebih muda dibandingkan Simmons saat mengalami kemunduran.
Kesimpulan: Jonathan Kuminga Bisa Bernasib Sama Seperti Ben Simmons
Jonathan Kuminga berdiri di persimpangan karier yang menentukan, dengan peringatan bahwa ia bisa bernasib seperti Ben Simmons menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapinya. Dengan bakat atletis dan potensi besar, Kuminga memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi bintang, tetapi ia harus mengatasi kelemahan dalam tembakan dan konsistensi untuk menghindari stagnasi seperti Simmons. Situasi kontraknya dengan Warriors akan menjadi faktor kunci, yang bisa mendorongnya untuk berkembang atau justru memicu ketidakpastian seperti yang dialami Simmons. Bagi Kuminga, musim 2025/26 adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ia bisa melampaui bayang-bayang perbandingan ini. Bagi penggemar Warriors, harapan tetap ada bahwa Kuminga akan menjadi pilar masa depan, bukan sekadar nama yang hilang dalam potensi tak terpenuhi.