Jusuf Nurkic Dikritik Banyak Orang Karena Fisik Buruk. Jusuf Nurkic, center Portland Trail Blazers, menjadi sorotan setelah performa fisiknya mendapat kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk pelatih dan penggemar. Komentar ini mencuat setelah Bosnia dan Herzegovina, tim nasional yang dibela Nurkic, menelan kekalahan dalam laga persiapan menjelang kualifikasi EuroBasket 2025. Pelatih timnas Bosnia, Adis Beciragic, bahkan menyebut Nurkic “zar zor koşuyor” (hampir tidak bisa lari), memicu diskusi luas tentang kondisi fisiknya menjelang musim NBA 2025/2026. Siapa sebenarnya Nurkic, mengapa ia banyak dikritik, dan bagaimana tanggapannya atas situasi ini? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA
Siapa Itu Jusuf Nurkic
Jusuf Nurkic adalah pemain basket profesional berusia 30 tahun asal Bosnia dan Herzegovina, lahir pada 23 Agustus 1994 di Tuzla. Berposisi sebagai center, Nurkic memulai karier NBA pada 2014 bersama Denver Nuggets setelah terpilih sebagai pick ke-16 di NBA Draft. Ia kemudian pindah ke Portland Trail Blazers pada 2017, di mana ia menjadi salah satu pilar tim. Dengan tinggi 7 kaki dan berat sekitar 280 pound, Nurkic dikenal sebagai center tradisional dengan kemampuan rebound, shot-blocking, dan scoring di paint. Dalam 11 tahun kariernya, ia mencatat rata-rata 11,9 poin dan 8,9 rebound per game dalam 611 pertandingan. Meski pernah menjadi kunci Blazers di playoff, termasuk musim 2019 saat mencapai Final Wilayah Barat, Nurkic sering dihantui cedera, termasuk patah kaki pada 2019, yang memengaruhi konsistensinya.
Alasan Dia Banyak Dikritik Oleh Fans NBA
Kritik terhadap kondisi fisik Nurkic mencuat setelah performanya di laga persiapan timnas Bosnia pada Agustus 2025 mendapat sorotan negatif. Pelatih Adis Beciragic secara terbuka mengatakan bahwa Nurkic “out of shape” dan kesulitan bergerak di lapangan, sebuah pernyataan yang menyebar luas di media sosial. Fans NBA, terutama pendukung Blazers, ikut mengkritik, menyoroti bahwa Nurkic tampak lambat dan kurang bertenaga, terutama dalam transisi cepat dan pertahanan. Musim lalu, ia hanya tampil dalam 55 pertandingan untuk Blazers karena masalah lutut, dengan rata-rata 10,6 poin dan 7,8 rebound, angka yang menurun dibandingkan musim sebelumnya. Banyak fans merasa Nurkic gagal memenuhi ekspektasi sebagai center utama, terutama di era NBA yang menuntut big man lebih atletis dan serba bisa seperti Nikola Jokić atau Anthony Davis. Selain itu, berat badannya yang meningkat dan riwayat cedera membuat sebagian penggemar khawatir tentang kemampuannya untuk kembali ke performa puncak.
Tanggapan Jusuf Nurkic Atas Kritikan Tersebut
Menanggapi kritik pedas tersebut, Nurkic memberikan respons yang tenang namun tegas. Dalam sebuah wawancara di Sarajevo pada 13 Agustus 2025, ia mengakui bahwa ia sedang berupaya memperbaiki kondisi fisiknya setelah musim yang penuh cedera. Nurkic menjelaskan bahwa ia telah menjalani program pelatihan intensif selama offseason, bekerja dengan pelatih kebugaran untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi berat badan. Ia juga membela komitmennya untuk timnas Bosnia, menyatakan bahwa bermain untuk negaranya adalah kebanggaan, meski fisiknya belum optimal. Nurkic menyinggung bahwa kritik sering kali berlebihan dan tidak mempertimbangkan konteks cedera yang telah mengganggunya selama beberapa tahun. Ia berjanji untuk kembali lebih kuat di musim NBA 2025/2026, dengan target membantu Blazers lolos playoff dan membuktikan bahwa ia masih menjadi center papan atas. Sikap profesionalnya ini mendapat dukungan dari rekan setimnya, seperti Anfernee Simons, yang menyebut Nurkic sebagai “pemimpin di ruang ganti.”
Kesimpulan: Jusuf Nurkic Dikritik Banyak Orang Karena Fisik Buruk
Kritik terhadap kondisi fisik Jusuf Nurkic menyoroti tantangan yang dihadapi center veteran ini dalam menjaga performa di tengah riwayat cedera dan ekspektasi tinggi. Meski dikritik karena tampak lambat dan kurang bertenaga, Nurkic menunjukkan sikap profesional dengan berfokus pada pemulihan dan peningkatan fisik. Tanggapannya yang dewasa mencerminkan tekad untuk membuktikan bahwa ia masih bisa bersaing di level tertinggi NBA. Bagi penggemar Blazers, perjalanan Nurkic menjadi cerminan perjuangan tim yang sedang membangun kembali identitasnya di bawah pelatih Chauncey Billups. Akankah Nurkic mampu membungkam kritik dan kembali ke performa terbaiknya? Dengan kerja keras dan dedikasi, peluang itu tetap terbuka lebar, dan musim 2025/2026 akan menjadi ujian sejati bagi “Bosnian Beast.”