Keyonte George Cedera Forearm, Jazz Absen. Utah Jazz mendapat kabar buruk pada 23 Januari 2026: guard andalan Keyonte George mengalami cedera forearm kanan yang membuatnya absen setidaknya 2–4 minggu ke depan. Cedera ini terjadi saat latihan pagi kemarin setelah George terjatuh dan mendarat dengan lengan kanan tertekuk. Pemeriksaan MRI menunjukkan strain pada otot flexor forearm tanpa robekan tendon atau patah tulang, tapi tim medis Jazz memutuskan untuk load management panjang agar cedera tidak berulang. George, yang rata-rata 18.4 poin, 5.1 assist, dan 3.8 rebound musim ini, sudah absen 3 laga terakhir dan statusnya kini out hingga evaluasi ulang awal Februari. Absennya George langsung terasa bagi Jazz yang sedang berjuang di peringkat 12 Barat dengan rekor 18-27. MAKNA LAGU
Kronologi Cedera dan Kondisi Keyonte George Saat Ini: Keyonte George Cedera Forearm, Jazz Absen
Cedera terjadi pada sesi latihan terbuka 22 Januari pagi di Vivint Arena. George terlibat kontak ringan saat drill pick-and-roll, lalu jatuh dan memegang forearm kanan. Ia langsung keluar latihan dan diperiksa tim medis. Hasil MRI malam itu mengonfirmasi strain grade 2 pada otot flexor digitorum dan flexor carpi radialis—cedera yang umum pada pemain yang sering handle bola dan shoot dengan intensitas tinggi. George sudah ikut treatment intensif: ice therapy, compression, dan ultrasound untuk kurangi inflamasi. Ia juga mulai latihan non-contact ringan seperti shooting duduk dan passing. Pelatih Will Hardy bilang “kami tidak mau ambil risiko—Keyonte pemain kunci, tapi kesehatan jangka panjang lebih penting”. George sendiri lewat media sosial bilang “sedang recovery, akan kembali lebih kuat”. Statusnya doubtful untuk laga berikutnya lawan Clippers 25 Januari, dan kemungkinan besar out hingga akhir Januari.
Dampak bagi Jazz dan Rotasi Tim: Keyonte George Cedera Forearm, Jazz Absen
Tanpa George, Jazz kehilangan salah satu primary ball-handler dan scorer utama. Ia musim ini jadi pemain dengan usage rate tertinggi kedua setelah Lauri Markkanen, dan absennya memaksa Collin Sexton dan Jordan Clarkson main lebih banyak menit di posisi guard. Sexton sudah menunjukkan peningkatan scoring (24 poin rata-rata di 3 laga tanpa George), tapi defense perimeter Jazz jadi lebih lemah karena George punya quick hands dan on-ball defense yang bagus. Markkanen tetap jadi andalan dengan 25+ poin dan 10 rebound rata-rata, tapi tanpa George, spacing offense Jazz berkurang karena ia sering tarik defender dari perimeter. Walker Kessler di paint juga harus kerja lebih keras karena lawan bisa fokus double-team Markkanen. Jazz kalah 2 dari 3 laga tanpa George musim ini—persentase kemenangan turun dari 45% jadi 33%. Pelatih Hardy bilang akan pakai lineup lebih kecil dengan Clarkson dan Sexton di backcourt, tapi itu berisiko lawan tim dengan guard elite seperti Clippers atau Nuggets.
Prospek Pemulihan dan Jadwal Krusial
Tim medis Jazz optimis George bisa kembali penuh sebelum All-Star break pertengahan Februari jika recovery berjalan lancar. Ia dijadwalkan evaluasi ulang 30 Januari dengan tes kekuatan dan range of motion. Program rehab fokus pada strengthening forearm, grip training, dan gradual return-to-play—mulai dari shooting non-contact, lalu dribbling, hingga full practice. Jadwal Jazz ke depan cukup padat: lawan Clippers, Warriors, dan Lakers dalam 7 hari ke depan—laga-laga yang butuh playmaking dan scoring dari guard. Jika George absen lama, Jazz berisiko tergelincir ke zona Play-In atau bahkan lottery lagi. Fans Jazz berharap pemulihan cepat karena George musim ini jadi salah satu bright spot di tengah rebuild tim. Ia bilang “saya ingin kembali secepat mungkin—tim butuh saya di lapangan”.
Kesimpulan
Cedera forearm Keyonte George jadi pukulan telak bagi Utah Jazz yang sedang berjuang naik klasemen Barat. Absennya guard muda ini membuat rotasi backcourt rapuh dan offense kurang variatif. Meski Sexton dan Clarkson bisa isi kekosongan sementara, kehilangan playmaking dan defense George terasa signifikan. Pemulihan George jadi kunci—jika kembali sebelum Februari, Jazz masih punya peluang ke playoff atau setidaknya Play-In. Saat ini, tim harus survive tanpa salah satu pemain paling konsisten mereka. Semoga forearm-nya pulih cepat—Jazz butuh Keyonte kembali untuk tetap kompetitif di Barat yang ketat. Tetap semangat, Jazz fans—proses rebuild masih berjalan!