Pelita Jaya vs Kesatria Bengawan Solo IBL Live. IBL 2026 baru memasuki pekan ketiga, tapi Pelita Jaya sudah tampil konsisten sebagai salah satu kandidat kuat juara. Dengan skuad yang dipenuhi pemain berpengalaman plus import berkualitas, mereka datang ke laga ini dengan rekor sempurna. Sementara itu, Kesatria Bengawan Solo yang baru saja berganti pelatih dan mendatangkan roster mewah justru masih mencari kemenangan pertama. Duel ini jadi ujian awal bagi Kesatria untuk membuktikan potensi mereka, sekaligus kesempatan Pelita Jaya mempertahankan momentum tak terkalahkan. REVIEW FILM
Dominasi Pelita Jaya Sejak Awal: Pelita Jaya vs Kesatria Bengawan Solo IBL Live
Laga langsung berjalan satu arah sejak kuarter pertama. Pelita Jaya membuka keunggulan cepat berkat pertahanan ketat dan transisi cepat. Mereka mengontrol tempo permainan, memaksa Kesatria sering kehilangan bola dan kesulitan mencetak poin mudah. Di paint area, Pelita Jaya mendominasi rebound dan second chance points, membuat Kesatria sulit mendekat.
Pada paruh pertama, Pelita Jaya sudah unggul cukup jauh. Kesatria sempat mencoba bangkit lewat serangan balik, tapi akurasi tembakan mereka rendah, terutama dari luar garis tiga poin. Pelita Jaya memanfaatkan kelemahan ini dengan rotasi pemain yang baik, menjaga intensitas sepanjang babak pertama. Skor kuarter kedua menunjukkan perbedaan kelas: Pelita Jaya terus menambah poin sementara Kesatria kesulitan menembus pertahanan lawan.
Performa Pemain Kunci dan Momen Penting: Pelita Jaya vs Kesatria Bengawan Solo IBL Live
Salah satu bintang di laga ini adalah import Pelita Jaya yang tampil solid di bawah ring. Dengan 22 rebound, 12 poin, dan kontribusi defensif besar, ia menjadi benteng utama yang mematahkan hampir semua upaya Kesatria di area cat. Pemain lokal Pelita Jaya juga ikut berperan, terutama dalam mencuri bola dan fast break yang menghasilkan poin mudah.
Di kubu Kesatria, Kentrell Barkley menjadi yang terbaik dengan 14 poin dan 17 rebound, ditambah Rashad Vaughn yang juga menyumbang 14 poin serta 9 rebound. Sayangnya, dukungan dari pemain lain minim, membuat tim kesulitan mengejar ketertinggalan. Kuarter ketiga masih dikuasai Pelita Jaya, dan memasuki kuarter keempat, Kesatria hanya mampu menambah 7 poin saja—menandakan kelelahan fisik dan mental setelah tertinggal jauh.
Pelita Jaya tampil disiplin, minim turnover, dan memaksimalkan setiap peluang. Dominasi mereka di rebound dan paint points menjadi kunci utama kemenangan telak ini.
Kesimpulan
Kemenangan 82-47 ini membuat Pelita Jaya kini memuncaki klasemen sementara dengan rekor 4-0 dan delapan poin, menegaskan status mereka sebagai tim yang sulit dikalahkan di awal musim. Sementara Kesatria Bengawan Solo harus menerima kekalahan kelima beruntun, menempatkan mereka di posisi bawah klasemen. Meski hasilnya tak seimbang, laga ini jadi pengingat bahwa IBL 2026 masih panjang—Kesatria punya potensi besar dengan roster baru mereka, tapi butuh penyesuaian cepat agar tak tertinggal jauh.
Pelita Jaya selanjutnya akan menghadapi Rajawali Medan di kandang pada Rabu (28 Januari), sementara Kesatria punya jadwal tandang melawan tim-tim lain untuk mencari poin pertama. Pertandingan seperti ini menggarisbawahi betapa kompetitifnya liga tahun ini: satu tim bisa mendominasi, tapi yang lain masih punya kesempatan bangkit.