Thompson Kini Sedang Terjebak di Dallas Mavericks

thompson-kini-sedang-terjebak-di-dallas-mavericks

Thompson Kini Sedang Terjebak di Dallas Mavericks. Pada akhir November 2025, Klay Thompson, penembak legendaris yang pindah ke Dallas Mavericks musim panas lalu, kini terjebak dalam situasi yang tak terduga. Setelah meninggalkan tim lama dengan harapan gelar kelima, Thompson justru hadapi musim perdana yang penuh frustrasi: rata-rata 8,1 poin per game dengan akurasi tembakan lapangan 31,8 persen dan tiga angka 26,2 persen. Mavericks, yang sempat dianggap kontender, kini merosot ke rekor 2-6, dengan offense terburuk di NBA. Thompson, yang awalnya starter, bahkan dibench untuk pertama kalinya pada 6 November lawan New Orleans, meski ia cetak 11 poin dari bangku. Cedera Kyrie Irving dan trade besar musim lalu tambah beban, bikin Thompson seperti kapal tanpa nahkoda. Di usia 35 tahun, ia akui: “Ini memalukan, terutama setelah bicara juara preseason.” Situasi ini bukan cuma soal stat, tapi juga adaptasi di tim yang kini hilang arah. INFO CASINO

Start Buruk dan Penurunan Performa: Thompson Kini Sedang Terjebak di Dallas Mavericks

Musim Thompson di Dallas dimulai dengan harapan tinggi. Ia tanda tangan kontrak tiga tahun senilai 50 juta dolar, gabung Kyrie Irving dan Luka Doncic—tapi trade Doncic ke Los Angeles pada Februari lalu ubah segalanya. Irving cedera ACL di awal musim, tinggalkan Thompson sebagai opsi utama di perimeter. Tapi performanya jeblok: di lima laga pertama, ia cetak rata-rata enam poin dengan 25 persen dari tiga angka. Kekalahan 110-102 lawan Houston pada 4 November jadi puncak frustrasi—Thompson cetak delapan poin dari 17 usaha, tunjukkan shooting slump yang bikin fans geleng kepala. Pelatih Jason Kidd bilang, “Ini bukan Klay yang kami kenal,” tapi Thompson jawab: “Saya kompetitif, tapi ini memalukan.” Rekor tim 2-5 saat itu rank terakhir Barat, dengan offense cuma 102 poin per game—terburuk liga.

Dibench dan Adaptasi yang Sulit: Thompson Kini Sedang Terjebak di Dallas Mavericks

Puncak masalah datang pada 6 November lawan Pelicans. Thompson, yang main starter sejak debut, digeser ke bangku untuk pertama kalinya—bukan hukuman, tapi rotasi Kidd untuk cari ritme. Masuk di menit ke-5 kuarter pertama, ia cetak lima poin dalam 77 detik, finis 11 poin dari 4-dari-7 tembakan. Tapi kekalahan 101-99 itu bikin ia kesal: “Saya tak keberatan bench, tapi kami harus menang.” Ini lanjutan tren: di 10 laga terakhir, ia main 23 menit rata-rata, cetak 12,7 poin tapi akurasi corner three turun ke 29 persen—jauh dari 43,6 persen karirnya. Thompson akui adaptasi sulit tanpa Doncic: “Saya pikir bakal dapat umpan mudah, tapi sekarang harus ciptakan sendiri.” Cedera lutut kiri yang bikin ia absen lawan Clippers pada 23 November tambah masalah, meski ia kembali starter lawan Knicks pada 20 November.

Dampak Cedera Tim dan Ekspektasi yang Gagal

Cedera Irving jadi bom waktu. Tanpa Irving, Thompson harus ambil beban lebih, tapi offense tim bocor: rank 30 di scoring, kebobolan 120 poin di paint per game. Trade Doncic, yang awalnya bikin Dallas lemah, tinggalkan lubang playmaking yang Thompson tak bisa isi sendirian. Di Vancouver training camp September lalu, ia host rekan setim untuk workout, tapi hasil lapangan tak sesuai. Thompson, yang klaim tim “championship worthy” pasca-injury musim lalu, kini gelar itu sebagai “embarrassing.” Fans Dallas campur aduk: senang dapat veteran, tapi kecewa dengan 2-6 rekor. GM Nico Harrison hadapi tekanan, sementara Thompson bilang, “Kami harus grind, tapi ini tak seperti yang saya bayangkan.”

Kesimpulan

Klay Thompson kini terjebak di Dallas Mavericks yang tak sesuai mimpi: dari starter juara jadi bench player di tim tengah klasemen, dengan shooting slump dan cedera tim yang bikin frustrasi. Di usia 35, ia tetap yakin “hal bagus akan datang,” tapi musim ini jadi ujian adaptasi terberatnya. Mavericks butuh Irving kembali dan ritme baru, sementara Thompson harap comeback seperti lawan Knicks. Situasi ini ingatkan NBA penuh ketidakpastian—trade dan cedera bisa ubah segalanya. Bagi Thompson, ini bukan akhir, tapi babak sulit sebelum potensi bangkit. Musim 2025-26 masih panjang, dan Dallas butuh legenda seperti ia untuk selamatkan musim.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *